Sejak Punya Nintendo DS Lite, Waktu Saya untuk Scrolling Media Sosial Semakin Sedikit


Sejak Punya Nintendo DS Lite, Waktu Saya untuk Scrolling Media Sosial Semakin Sedikit

Sejak punya Nintendo DS Lite. Waktu saya untuk scrolling media sosial semakin sedikit.

Sejak beberapa bulan lalu, memang saya mengurangi screen time medsos secara drastis dan nekat. Saya memindahkan medsos dari HP ke tablet. Dan, hasilnya cukup efektif.

Sebelumnya, HP adalah perangkat yang paling mudah untuk membuka media sosial. Ketika sedang bosan, saya tinggal buka HP, kemudian scrolling. Kadang memang ada yang ingin saya lihat. Tapi seringnya juga hanya membuka medsos karena sudah menjadi kebiasaan.

Setelah medsos saya pindahkan ke tablet, kebiasaan itu sedikit berkurang. Tablet tidak selalu ada di dekat saya dan ukurannya juga lebih besar. Jadi, untuk sekadar scrolling, ada sedikit usaha yang harus dilakukan.

Tapi beberapa pekan belakangan, kadang-kadang scrolling medsos masih melewati limit harian saya.

Berarti cara tersebut memang cukup efektif, tapi belum sepenuhnya menyelesaikan masalah.

Di sisi lain, saya juga sempat main game di tablet. Lumayan untuk mengisi waktu daripada scrolling medsos. Tapi main game di tablet juga kurang portable karena ukuran besar dan saya harus bawa gamepad.

Kalau hanya ingin main sebentar ketika sedang punya waktu luang, membawa tablet dan gamepad terasa kurang praktis.

Sampai akhirnya, pekan lalu saya membeli sebuah Nintendo DS Lite dari seorang kolektor di Yogyakarta.

BACA JUGA: 10 Rahasia Mengatasi Overthinking yang Jarang Diketahui

Hubungan Erat Saya Dengan Nintendo DS Lite

Sejak Punya Nintendo DS Lite, Waktu Saya untuk Scrolling Media Sosial Semakin Sedikit

Kondisinya cukup mulus. Dan dengan R4 Flashcart saya bisa mengisi berbagai game favorit saya, seperti Advance Wars: Dual Strike atau Mario Kart DS.

Tapi kenapa NDS?

Sejak SD-SMP, NDS adalah handheld impian saya. Dulu saya hanya bisa main game NDS lewat emulator. Jadi, meskipun sudah pernah memainkan berbagai game NDS, saya belum pernah benar-benar punya perangkatnya.

Buat saya, NDS juga punya keunikan tersendiri dalam perjalanan gaming saya.

Saya tumbuh dengan main game Gameboy Advance dan PS1. Dua perangkat tersebut cukup lekat dengan pengalaman saya bermain game sejak kecil.

Sementara PS2 dan seterusnya tak begitu lekat dengan saya.

Karena itu, NDS punya posisi yang cukup berbeda. Dulu saya melihat NDS sebagai handheld yang ingin saya punya, tapi pada akhirnya hanya bisa memainkan gamenya lewat emulator.

Sekarang, setelah bertahun-tahun, akhirnya saya punya NDS Lite sendiri.

Dan ternyata, memiliki NDS Lite bukan cuma soal bisa memainkan game yang dulu saya mainkan lewat emulator.

BACA JUGA: 10 Tanda Mental Kamu Semakin Dewasa dan Kuat

Sejak Ada Nintendo DS Lite, Media Sosial Jadi Kurang Menarik

Sejak Punya Nintendo DS Lite, Waktu Saya untuk Scrolling Media Sosial Semakin Sedikit

Perangkat ini juga ternyata membantu saya mengurangi waktu scrolling media sosial.

Sejak adanya NDS Lite, media sosial hanyalah hiburan selingan yang kadang jadi sedikit kurang menarik.

Kalau sedang punya waktu kosong, saya bisa main NDS. Ukurannya kecil dan portable. Tidak seperti tablet yang harus membawa gamepad.

Saya tinggal membawa NDS Lite dan bisa main ketika sedang ingin bermain game.

Akhirnya, saya bisa sangat lepas dari doomscrolling.

Bukan berarti saya tidak membuka media sosial sama sekali. Saya masih menggunakannya. Tapi sekarang, ketika sedang bosan, saya tidak selalu langsung mencari media sosial.

Ada NDS Lite yang bisa dimainkan.

Dan ternyata, pilihan lain seperti ini cukup membantu.

Aktifitas Penunjang Lain Selain Main Game

Selain main NDS Lite, saya juga jadi lebih fokus baca buku fisik. Kalau sebelumnya waktu kosong cukup mudah terisi dengan scrolling, sekarang saya bisa mengambil buku dan membaca.

Saya juga jadi lebih sering menulis catatan di buku. Bisa untuk to do list, atau sekadar menulis ide yang muncul di kepala.

Hal-hal sederhana seperti membaca dan menulis ini ternyata ikut terasa lebih menyenangkan ketika saya tidak terus-terusan scrolling medsos.

Mungkin saya memang hanya perlu punya kegiatan lain untuk mengisi waktu kosong.

NDS Lite menjadi salah satunya.

Menariknya, handheld yang sejak SD-SMP menjadi salah satu perangkat impian saya, dan dulu hanya bisa saya nikmati lewat emulator, sekarang malah membantu saya mengurangi screen time media sosial.

Dari Gameboy Advance dan PS1, kemudian punya pengalaman dengan berbagai game NDS lewat emulator, sampai akhirnya sekarang bisa punya NDS Lite sendiri.

Perjalanan gaming saya memang sederhana. Tapi ternyata, NDS masih punya tempat tersendiri di dalamnya.

Dan sekarang, selain bisa memainkan berbagai game favorit, NDS Lite juga membuat saya lebih mudah lepas dari doomscrolling.

Ternyata, bisa lepas dari kecanduan medsos itu menyenangkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *