Dunia game memang selalu menarik perhatian saya. Walaupun beberapa tahun terakhir saya justru lebih banyak terjebak pada kesenangan memainkan game-game retro.
Sekarang saja saya sedang sibuk grinding menamatkan banyak game di Nintendo DS Lite. Jadi, kalau membicarakan game terbaru, sebenarnya saya lebih sering menjadi penonton daripada pemain.
Tapi ada satu hal yang belakangan membuat saya tertarik.
Bukan soal grafis. Bukan juga soal gameplay.
Melainkan keberanian Nintendo.
Beberapa tahun terakhir GTA VI menjadi salah satu game yang sangat ditunggu gamers. Trailernya ditunggu, bocorannya apalagi. Pokoknya hampir semua hal yang berkaitan dengan GTA VI selalu mengundang perhatian.
Walaupun perilisannya sempat diundur beberapa kali, orang-orang tetap menunggu.
Lalu Nintendo datang membawa sesuatu yang menurut saya cukup nekat: remake The Legend of Zelda: Ocarina of Time.
Ocarina of Time akan dirilis pada 5 November 2026. Sementara GTA VI menyusul pada 19 November 2026.
Jaraknya cuma sekitar dua minggu.
Saya nggak tahu apa yang ada di pikiran Nintendo.
Tapi justru itu yang menarik.
BACA JUGA: Setelah Lama Pakai Linux, Ternyata Distro Nggak Sepenting Itu
Ketika yang lain mungkin memilih menghindar, Nintendo malah maju

Kalau ada sesuatu yang sangat besar di depan kita, respons paling masuk akal biasanya memang menghindar.
Saya rasa hal seperti itu nggak cuma terjadi dalam industri game.
Ketika melihat orang lain sudah lebih besar, lebih terkenal, punya lebih banyak sumber daya, atau punya perhatian yang jauh lebih banyak, kita sering berpikir bahwa pilihan terbaik adalah menunggu.
Jangan sekarang.
Cari waktu lain.
Tunggu situasinya lebih aman.
Masalahnya, kadang waktu yang benar-benar aman itu memang nggak pernah datang.
Itulah kenapa saya melihat keputusan Nintendo membawa Ocarina of Time berdekatan dengan GTA VI sebagai sesuatu yang menarik. Terlepas bagaimana hasilnya nanti, mereka memilih tetap maju.
Dan yang lebih menarik lagi, Nintendo nggak datang dengan sesuatu yang benar-benar baru.
Mereka justru membawa kembali game lama.
Ocarina of Time.
Game yang pernah saya mainkan di Nintendo 64 dan, seperti banyak game lain dalam hidup saya, belum sempat saya tamatkan karena keburu tertarik dengan game lain.
BACA JUGA: Inisiatif dalam Bekerja Bermula dari Kepekaan terhadap Situasi
Nggak harus menjadi GTA VI untuk membuat orang tertarik

Saya sendiri justru lebih tertarik dengan remake Ocarina of Time dibanding GTA VI.
Bukan berarti saya nggak suka GTA.
Saya menghabiskan banyak waktu dengan San Andreas dan Vice City. Dua game itu punya tempat tersendiri dalam masa-masa saya banyak bermain game.
Tapi Ocarina of Time juga meninggalkan kesan.
Cerita, mechanics, dan karakternya sudah menarik bagi saya sejak versi Nintendo 64. Ketika melihat teaser remake-nya, rasa penasaran itu muncul lagi.
Dari sini saya jadi berpikir bahwa berhadapan dengan sesuatu yang besar ternyata nggak selalu berarti kita harus menjadi lebih besar.
Kadang, kita cuma perlu punya sesuatu yang berbeda.
GTA VI punya daya tariknya sendiri.
Ocarina of Time juga punya daya tariknya sendiri.
Saya bahkan menjadi contoh kecilnya. Di tengah segala ramainya GTA VI, yang justru membuat saya penasaran malah sebuah remake game lama.
Walaupun ujung-ujungnya saya mungkin nggak memainkan keduanya saat rilis.
Saya masih betah dengan Nintendo DS Lite.
Ironis memang. Sudah sok sibuk memikirkan persaingan dua game besar, padahal yang dimainkan masih game bertahun-tahun lalu.
BACA JUGA: Jadi Vibe Coder Tak Masalah, Asal Punya Pola Pikir Ini
Kita terlalu sering takut sebelum benar-benar mencoba
Menurut saya, bagian paling menarik dari kejadian ini bukan siapa yang nanti lebih laku.
Saya juga sulit memprediksi bagaimana hasil head to head tersebut.
Yang menarik justru keputusan untuk tetap maju ketika di depan ada sesuatu yang kelihatannya mustahil dilawan.
Sebab dalam kehidupan sehari-hari, saya rasa kita terlalu sering melakukan kebalikannya.
Belum memulai usaha karena sudah ada pemain besar.
Belum membuat sesuatu karena merasa orang lain sudah membuat yang lebih bagus.
Belum menunjukkan karya karena melihat karya orang lain jauh lebih ramai.
Belum mencoba karena dari awal sudah berpikir akan kalah.
Padahal, siapa bilang tujuan kita harus selalu mengalahkan mereka?
Nintendo mungkin saja nggak perlu membuat Ocarina of Time mengalahkan GTA VI.
Mereka hanya perlu membuat orang tetap tertarik pada Ocarina of Time.
Dan setidaknya untuk saya, itu berhasil.
Kalau suatu saat punya uang dan kesempatan memainkan keduanya, kemungkinan besar saya justru akan mencoba Ocarina of Time remake terlebih dahulu.
Sebelum itu, mungkin saya akan menghangatkan suasana dengan memainkan lagi versi Nintendo 64 lewat emulator. Sekalian menyelesaikan utang lama karena dulu belum tamat.
Dari keputusan Nintendo ini saya mendapat satu perspektif sederhana.
Kadang kita memang perlu maju meskipun tahu ada sesuatu yang jauh lebih besar di depan kita.
Bukan karena yakin akan menang.
Bukan juga karena merasa lebih hebat.
Tapi karena kalau terus menunggu semua pesaing besar pergi, mungkin kita nggak akan pernah mulai.
Sebab sebesar apa pun pesaing kita, maju setidaknya memberi kita kemungkinan.
Sedangkan mundur sebelum mencoba sudah memastikan satu hasil: kita nggak akan pernah tahu apa yang sebenarnya bisa terjadi.


Leave a Reply